Petualangan Alam Liar “Orang Utan”
Wisata Petualangan Alam Liar “Orang Hutan“ Taman Nasional Tanjung Puting adalah Objek Wisata paling Populer dan sangat terkenal di Kalimantan Tengah. Di objek wisata ini Wisatawan dapat melihat secara langsung kehidupan alam liar rimba Kalimantan yaitu melihat dari dekat kehidupan Orang Hutan (Pongo Phymaeus), Bakantan (Nazalis Larvatus), Owa-owa (Hylobates Agili), Kera (Macaca Fascicularis) dan banyak binatang hutan lainya seperti Babi Hutan, Beruang Madu, Buaya, Burung Enggang, Burung Elang dll
Perjalanan dimulai dari Kota Palangka Raya menuju Kota Pangkalan Bun Kabupaten Kotawaring Barat, dapat ditempuh dengan kendaraan darat (mobil) menempuh perjalanan sekitar 11 Jam melewati Kota Kasongan dan Sampit atau menggunakan Pesawat Udara (45 Menit) selanjutnya dari Kota Pangkalan Bun menuju Kecamatan Kumai dari sini perjalan dilanjutkan dengan kapal wisata (kelotok) menuju ke Taman Nasional Tanjung Puting.
Selanjutnya dari Pelabuhan Kumai perjalanan dilanjutkan menuju Taman Nasional Tanjung Puting setelah terlebih dahulu menyelesaikan administrasi pada kantor perwakilan TNTP dan melaporkan kebaradaan diri ke Kepolisian untuk Turis Asing . Apabila waktu perjalan dimulai tepat ( Jam 12.00 WIB Siang ) dari Kumai maka wisatawan akan dapat melihat Orang Hutan secara langsung dan dekat di Tanjung Harapan pada pukul 15.00 WIB pada saat petugas taman nasional memberikan makanan (fedding time) perjalanan dari Pelabuhan Kumai menuju Tanjung Harapan ditempuh selama 1,5 Jam menyusuri keindahan Sungai Sekonyer.
Dari Tanjung Harapan perjalanan dilanjutkan melihat beberapa kelompok Bakantan yang sedang bercengkrama dan bersiap untuk tidur di atas pohon-pohon ditepian sungai Sekonyer kemudian wisatan akan beristirahat di Rimba Orang Utan Ecolodge ( Hotel Rimba ). Rate kamar di Hotel ini mulai dari Rp. 500.000,- sampai Rp. 900.000,- / Kamar/Malam dengan pilihan kamar Emeral, Sapphire, Ruby dengan pilihan fasilitas Air Panas, AC dan Fan.
Pada pagi hari setelah cukup beristirahat di Rimba Lodge petualangan dilanjutkan ke Pondok Tanggui untuk melihat aktivitas liar Orang hutan pada saat Feeding Time, Pukul 09.00 WIB. Perjalanan ditempuh selama 1 Jam dan 15 Menit Tracking di hutan menuju tempat petugas TNTP memberikan makanan.
Dari Pondok Tanggui perjalanan dilanjutkan menyusuri Sungai Sekonyer ke arah hulu menuju tempat Feeding Time di Camp Leakey, ditempat ini sejak menyusuri sungai Sekonyer anda akan disambut oleh berbagai jenis Binatang Liar yang bertengger di atas pepohonan di pelabuhan tempat pemberhentian kelotok di Camp Leakey kalau beruntung anda akan langsung disambut oleh Orang Hutan yang jinak dengan keramahannya.
Petualangan Alam Liar Orang Hutan diakhiri dengan menyusuri kembali Sungai Sekonyer menuju Pelabuhan Kumai, sepanjang sisi kiri dan kanan sungai anda akan melihat banyak sekali Bakantan dan Monyet yang bertengger diatas pohon seolah-olah ingin mengucapkan selamat jalan kepada wisatawan dikegelapan malam disisi kiri kanan sungai sekonyer anda akan melihat ribuan Kunang-kunang yang memenuhi pepohonan kelihatan sangat indah seperti pemandangan kerlap kerlip Pohon Natal. Perjalanan pulang dari Pangkalan Bun dapat ditempuh dengan Pesawat Udara ke Semarang dan Jakarta atau melalui darat ke Sampit dan Palangka Raya
English Version
The Wild Nature Adventure of “Orangutan”
The Adventure to The Wild Nature of “Orangutan” in Tanjung Putting National Park is the most popular and famous journey in Central Kalimantan. In this object, Tourists could see directly the life in the wild nature in the jungle of Kalimantan, the life of Orangutan (Pongo Phymaeus), Bakantan (Nazalis Larvatus), Owa-Owa (Hylobates Agili), Monkey (Macaca Fascicularis) and a lot of animal from the fores like Pig Forest, Bear Honey, Crocodile, Hornbill, Bald Eagle etc.
The trip started from Palangka Raya City, the capital city of Central Kalimantan, to Pangkalan Bun City in West Kotawaringin Regency. It will be about 11 hours by land trip (car), through Kasongan and Sampit, or just about 45 minutes by chartered aeroplane (for about 4 peoples). From Pangkalan Bun, the trip continued to Kumai District, and with travel ship (kelotok), go straight to Tanjung Puting National Park.
The trip from Kumai Port to Tanjung Puting National Park will be continued after finishing some administration things in the representative office of TNTP and by reporting ourself to the police station for foreign tourist. If the trip begin in 12.00 AM from Kumai, the tourists will be able to see Orangutan closely and directly in Tanjung Harapan at 15.00 AM for the Feeding Time when the officers of TNTP give foods to Orangutan. The trip from Kumai to Tanjung Harapan will be 1.5 hours with the beauty around from the River of Sekonyer.
From Tanjung Harapan the journey continued by seeing some groups of Bekantan which sparing the time and ready for sleeping above the trees at the sides of the river. Tourists could rest in Rimba Orangutan Ecolodge (Rimba Hotel). The room rates begin from Rp. 500.000 to Rp. 900.000 /room/night. The choices are Emerald, Saphire, Ruby room with hot water, AC and fan.
In the morning after enough rest in Rimba Lodge, the journey continued to Pondok Tanggui to see the wild activities of Orangutan at Feeding Time, 09.00 AM. The trip will be about 1 hour 15 minutes by trackhing in the forest to the place where the officers feed the Orangutan.
From Pondok Tanggui, the journey continued through Sekonyer River to the upper part to the place in Camp Leakey for Feeding Time again. In this place we will be cheerised with a lot of wild animal in the trees. At the port of Camp Leakey, if you are lucky, there will be some tame Orangutan greets you.
The Adventure to The Wild Nature ” Orangutan “” Tanjung Putting National Park will end by fringing again the Sekonyer River to the Port of Kumai. Along the river, there will be a lot of Bakantan and Monkey perching above tree as they say goodbye to the tourists in the dark of the night. There will be a lot of fireflies filling the trees for the beauty as the christmas tree. The trip from Pangkalan Bun will be with aeroplane to Semarang or Jakarta, or by land trip to Sampit and Palangka Raya